Monday, July 9, 2012

Dummy Wedding Invitation: Point Style


Without a doubt, with all services they gave so far, this vendor is a very high recommended one!

Tahu vendor ini dari seorang teman yang akan sudah menikah, cari di Facebook nama akunnya "Percetakan Arsitektur".
Iseng kirim message via FB minta penawaran, tetapi tidak berbalas-balas sekian lama. Aku pikir ya sudah, mungkin bukan jodohnya kali ya.
Eh tiba-tiba 1 bulan kemudian, message ku dibalas. Usut punya usut, ternyata mereka memang membatasi 5 klien dalam sebulan. Wow!

Tanpa berbasa-basi (karena kalau diceritain detail, panjang bangeett), berikut list service excellent mereka yang aku ingat: 

1. Bersedia datang di tempat janjian yang aku mau, yaitu di mall sebelah kantor pas jam makan siang.
Sebagai pekerja kantoran yang berangkat subuh pulang malam, janjian di tempat dekat kantor sangat membantu, walaupun harus curi-curi jam makan siang.
Aku bertemu dengan mereka di mall 3 kali, yang pertama mereka bawa contoh undangan se-tas besar, yang kedua print draft undangan dan yang ketiga membawa dummy undangan. 

2. Layanan revisi tanpa batas
Luar biasa! Entah berapa kali aku revisi undanganku, secara aku kan sedikit perfeksionis. Entah itu motif batiknya yang kurang sreg, warnanya, lebarnya, font-nya, desain ini itu, sampai panah di denah lokasi!
Bahkan aku sendiri saja sampai blenger, apalagi mereka ya?? Hihi. Padahal aku belum DP lhoo. Dan ketika aku tanyakan kenapa mereka tidak menagih DP, karena mereka takut aku tidak jadi memakai jasa mereka.
What? Padahal aku sudah bolak balik revisi sana sini dan mereka tidak require DP sebelum aku merasa yakin akan memakai jasa mereka. Excellent! 

3. Respon cepat (bahkan super cepat)
Respon mereka hanya lama ketika pertama kali minta penawaran, dan ternyata hal itu karena mereka menerapkan sistem antrian dan membatasi pesanan 5 klien per bulan.
Yang paling takjub adalah saat approval dummy. Sore harinya aku approve design (setelah bolak balik revisi sekian lama), besok siangnya dummy sudah di depan mataku. Hebat!
Oh by the way, aku baru DP setelah terima dummy lho. 

4. Ramah dan enak diajak diskusi
Bagiku keramahan itu wajib, enak diajak diskusi itu nilai tambah, dan they have it all. Terutama si mas yang langsung cocok dengan para punggawa Point Style, mba May dan mas Andy. 

5. Harga yang reasonable dan affordable
Nah, ini yang paling penting. Harga mereka tergolong murah. Duh, senang sekaliii..

Berikut foto-foto dummy undanganku:


Love it! Love it so much! 

Point Style
Facebook: facebook.com/point.style
Phone: +6285717978668

Wedding Rings: Orori

Setelah dua kali pengalaman yang menyenangkan dengan Orori saat membeli engagement ring dan goldbar, kami putuskan membeli cincin kawin di Orori.
Dari awal aku sudah mengincar yang model white gold dengan aksen dove di tengah cincinnya, dengan budget maksimal 5 juta rupiah.
Aku maunya cincin emas putih dengan berlian dan si mas cukup perak saja tanpa berlian, mengingat si mas ku ini orangnya aktif sekali, takutnya berliannya malah copot.

Cincin incaran sejak awal adalah yang ini:

OS-WR2400-BVA

Harga per Juni 2012, cincin di atas dengan spesifikasi bahan yang aku mau Female: white gold size 11.5 with 0.03 ct diamond, Male: silver size 15.5 without diamond, adalah Rp 4,500,000.

Pokoknya sudah mantap pilih cincin diatas ini, karena masuk budget dan modelnya simpel, sesuai yang aku mau. Model cincin juga sudah di approve si mas, berikut juga harganya, secara si mas yang akan bayar cincin kami, hehe.

Model sudah ditentukan, meluncurlah kami ke outlet Orori di Grand Indonesia.
Sebenarnya kalau mau pesan cincin di Orori tidak perlu repot-repot datang ke outletnya, karena bisa via online saja. Tetapi kalau buat aku, rasanya kurang afdol kalau tidak datang langsung.

Di Orori, kami di layani oleh mbak-mbak yang, honestly, menurutku tidak terlalu ramah, tidak seramah waktu aku pertama kali datang ke sana. Padahal waktu pertama datang, aku hanya membeli cincin perak lho untuk tunangan.
Tapi ya sudahlah, masih acceptable pelayanannya (nyengir manis).

Di outlet Orori dipamerkan beberapa contoh cincin, dan namanya juga wanita, walaupun sudah punya pilihan, mata tetap saja jelalatan. Lihat ini itu, tanya ini itu.
Mataku langsung tertuju ke sebuah cincin dengan mata berlian yang cantik. Setelah tanya ke si mbak-nya, ternyata cincin yang aku lihat berliannya 0.08 ct. Duh cantik sekali kilaunya, beda jauh jika dibandingkan dengan cincin incaranku yang hanya 0.03 ct.

Cincinnya yang ini:
OS-WR2665A

Dan ternyata tekad yang kuat akan cincin incaran mudah sekali luluh lantak hanya dengan melihat cincin yang bermatakan berlian lebih besar. Dasar wanita.

Harganya? Dengan spesifikasi Female: white gold size 11.5 with 0.08 ct diamond, Male: silver size 15.5 without diamond, per Juni 2012 dengan diskon 30% (for gold ring only) Rp 5,800,000. Glek!

Si mas yang melihat aku mengagumi cincin ini, tampaknya tidak tega, akhirnya si mas membolehkan aku membeli cincin ini. Yayy! Baik sekali dirimu, calon suamiku. :)
Hanya saja, aku tidak mau terlalu memberatkan si mas, akhirnya setelah negosiasi di depan si mbak Orori, kami sepakat, si mas menanggung Rp 5,500,000 dan aku menanggung sisanya. Pretty fair!

Finalnya? Kami memesan Female: white gold size 11.5 with 0.10 ct diamond, Male: silver size 15.5 without diamond, total harga per Juni 2012 dengan diskon 30% (for gold ring only) Rp 6,200,000.

Oh ya, Orori ini di waktu-waktu tertentu suka memberikan diskon untuk tipe cincin tertentu, kecuali yang Best Value (yang ada kode BV di belakang kode cincinnya). Tetapi harus rajin-rajin buka web-nya, karena diskonnya hanya beberapa hari saja. Jadi kalau sudah punya cincin incaran di Orori, tunggu dulu beberapa minggu ke depan, siapa tahu di diskon. :)

Cincin dijanjikan selesai tanggal 1 Juli 2012, yaitu kurang lebih 1 bulan setelah kami memesan (kalau tidak salah aku pesannya akhir Mei atau awal Juni gitu, lupa).
Tanggal 29 Juni, si mas di telp pihak Orori, kalau pesawat yang mengantarkan cincin kami mengalami keterlambatan dan kemungkinan cincin baru siap tanggal 3 Juli.
Tanggal 4 Juli di telp lagi, ternyata cincin belum di grafir dan baru akan siap besok, 5 Juli. Hmm, baiklah.

Tanggal 5 Juli, sesuai janji, cincin siap diambil. Yeayy!
Cincin di ambil bukan di kantor mereka di Thamrin City Office Park, karena outlet Orori Grand Indonesia sudah tidak buka lagi.

Penampakan cincin kami seperti ini:

kotak cincin
ada grafir nama di dalam kotak
my wedding rings

Finally, they are done! My wedding rings are done! Yeayy!
Thank you, Orori :)

nb. semua harga di atas adalah harga dengan pembulatan

ORORI Wedding Rings
Website : http://orori.com/
Phone : (+6221) 3199 7441
Email : customer.service@orori.com
Office : Thamrin City Office Park Blok AA11, Jln. Bulevar Teluk Betung, Jakarta 10240

Monday, July 2, 2012

Souvenir: Maulana Souvenir

Resepsi masih 4,5 bulan lagi, souvenir sudah jadi lhoo..
Iya. Sudah jadi. Sudah. Begitu saja. Krik krik krik.

Semuanya berawal dari iseng, saat sedang jalan-jalan dengan si mas, iseng mampir ke pasar Mester, niatnya survey-survey saja dulu, mumpung ada waktu.

Lokasi para penjual souvenir ada di lower ground, disini ada bejibun lapak souvenir beraneka ragam jenis dengan berbagai harga. Souvenir di setiap lapak ya itu-itu saja, cuma beda di harga, jadi harus rajin-rajin nanya harga dan membandingkan harga di lapak satu dengan lapak lainnya.

Niat hanya survey mendadak runtuh begitu menemukan satu lapak, namanya Maulana Souvenir. Mereka buka harga lebih murah daripada penjual lainnya, dan si mas Rudi yang melayani kami juga ramah.
Terpikat dengan harga murah dan keramahan mas Rudi, kami sepakat untuk DP di tempat ini.

Kami pesan gelas tinggi, tetapi motif dan namanya tidak di sablon, karena menurut mas Rudi, kalau di sablon akan cepat pudar jika sering dicuci.
Mas Rudi menyarankan motif gelasnya seperti contoh souvenirku dibawah, aku kurang mengerti mereka menggunakan teknik apa, tapi sepertinya mirip-mirip dengan cara membuat papan rangkaian elektronik gitu deh.

my wedding souvenir

Untuk gelas seperti diatas, harga per bulan Mei untuk 450 souvenir adalah Rp. 6,000 per buah. Tetapi karena aku meminta pitanya 2 warna, maka aku kena charge Rp 200 per buah. Jadi total harganya Rp 6,200 per buah.



Barang dijanjikan selesai dalam waktu 2 minggu, berhubung acaraku masih lama, aku pesan ke mas Rudi agar souvenirnya jadi di bulan September.
Tiba-tiba di pertengahan Juni dari pihak Maulana sudah telpon aja, "mba, souvenir-nya sudah jadi sejak minggu lalu, kapan mau diambil?"
Ternyata eh ternyata, si mas Rudi-nya sudah resign dan tidak menyampaikan pesan ke bos-nya. Errr..

Aku sendiri angkat jempol keatas untuk mas Rudi, karena walaupun dia sudah resign, mas Rudi tetap meng-update progress souvenir-ku sampai souvenir sampai dengan selamat di rumah camer-ku.

Souvenir-ku lengkap tanpa cacat dan selesai tepat waktu, eh salah ding, barang selesai sebelum waktunya karena adanya miskom.
Overall, aku puas dengan pelayanan Maulana Souvenir. :)

Mahar 1: Goldbar by Orori

Mahar adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada pihak mempelai perempuan, pada prakteknya, umumnya mahar berupa uang, perhiasan atau seperangkat alat sholat.

Mahar untuk pernikahanku nanti, insyaAllah terdiri dari 3:
1. 2 Goldbar, masing-masing seberat 5 gram
2. Uang senilai Rp. 41,112
3. Seperangkat alat sholat

Disini yang akan aku bahas adalah maharku dari si mas berupa emas batangan, ehem, atau emas koinan ya? karena lebih mirip koin daripada batang saking kecilnya.


Kenapa goldbar? Kenapa bukan perhiasan emas?
Karena si calon pengantin wanitanya tidak suka memakai perhiasan, dan dipikir-pikir, jika nanti sewaktu-waktu dibutuhkan (tapi jangan sampai juga sih), emas batangan lebih mudah dijual.

Lho kok dijual? Kan mahar kawin??
Yaelah, mahar ini, yang penting bukan suamiku nantinya yang dijual. Hihi.
Aku sendiri bukan orang yang mengagung-agungkan mahar, harus emas berton-ton, uang berjuta-juta, bagiku cukuplah ketulusan hati. *edarin kantong muntah*

Sebagai pasangan yang nyaris tanpa waktu luang untuk survey sana sini, alhasil lagi-lagi si mas menyerahkan sepenuhnya padaku dan si mas hanya tinggal membayarnya saja. Ga pa pa deh aku yang repot, yang penting uangnya. Haha.

Karena aku malas tidak punya waktu untuk membeli di Antam, aku menggunakan jasa Orori Grand Indonesia. Praktis, tinggal buka web-nya, tanya-tanya ke CS via chat online, pesan, bayar via ATM/online banking. Selesai.

Pesanan emas diantarkan ke-esokan harinya via kurir Orori. Pada saat si kurir datang ke kantorku, aku sendiri sedang makan siang di luar, aku meminta si kurir menitipkan pesananku ke security, tetapi si kurir ngotot untuk tetap menungguku datang, karena katanya emas itu harus diterima langsung oleh pemesan dan tidak boleh dititipkan. Nice!

Dengan dua pengalaman berbelanja yang menyenangkan di Orori, yaitu beli engagement ring dan goldbar, aku sangat terkesan dan sudah confirm untuk membeli wedding rings di Orori. :)

Thursday, June 28, 2012

Wedding Organizer: Sparkling

Sparkling Organizer! Betapa aku jatuh cinta pada vendor yang satu ini.

Sejujurnya, aku orang yang agak perfeksionis, daripada nanti diatas pelaminan bukannya sibuk senyum malah manyun mikirin ini itu, akhirnya diputuskan untuk menggunakan jasa WO di resepsi.

Berdasarkan review di (lagi-lagi) Weddingku.com, aku mengumpulkan beberapa rekomendasi WO.
WO yang pertama kali aku hubungi adalah Sparkling. Via sms, aku minta dikirimkan penawaran, dan eits, respon mereka sangat cepat, langsung dengan segera mereka membalas sms-ku dan mengirimkan penawaran via email.

Soal harga? Sempat menelan ludah dan usap-usap kepala juga sih, dan dengan polos-nya aku katakan bahwa budgetku tipis. Nah ini yang aku suka dari mereka (aku dihandle oleh Sisca), mereka tidak serta merta meng-underestimate meskipun budgetku tipis, tetapi mereka melakukan negosiasi dan mencari nilai tengah.
Akhirnya dengan memotong sana sini, dapatlah budget yang sesuai dengan kocekku dan kebutuhanku juga. Hore!!

Karena sudah langsung cocok dengan Sparkling, akhirnya aku tidak jadi menghubungi WO lainnya, dengan dua alasan utama yaitu, malas dan tidak mau repot.

Sebagai orang yang, sekali lagi, sedikit (padahal banyak) perfeksionis, aku ingin melihat perform mereka dulu sebelum DP. Dan karena belum berpengalaman dalam urusan wedding, aku ajaklah kakakku yang lebih perfeksionis dan lebih detail untuk menilai performance mereka.
Penilaian dari hasil meng-observasi performance mereka, kakakku, aku dan si mas sepakat, Sparkling OK. Mereka tidak menurunkan puluhan personel, hanya 4 - 5 orang saja tetapi semuanya sigap berada di posnya masing-masing. Jadi tidak terlihat personel yang sedang leha-leha atau bengong-bengong tidak jelas.

Tidak berlama-lama, aku akhirnya confirm menggunakan jasa mereka untuk Reception only, sedangkan untuk akad, aku menggunakan jasa gratis dari kakakku sendiri, hehehe.

Sejauh ini, Sparkling memberikan pelayanan maksimal, memberikan saran ini itu untuk wedding day, sabar menghadapi aku yang banyak maunya dan satu poin tambah utama untuk Sparkling, mereka melayani seperti sahabat.

Great job, Sparkling! And hoping you guys will give your best performance for my wedding day! :)

Sparkling Organizer
Blog : http://sparklingorganizer.weebly.com/
Mobile : 087775165557 - 08174924883
Email : sparklingorganizer@yahoo.com
FB : sparkling_wo@yahoo.com

Friday, May 18, 2012

Catering: Puspita Sawargi

Berbekal review dari weddingku.com, aku menghubungi beberapa katering yang merupakan rekanan dari Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), dan dari semua katering yang aku kirimkan email, hanya Puspita Sawargi yang memberikan balasan.

Heran juga sih, kenapa ya katering yang lain tidak membalas emailku? Padahal jelas-jelas mereka mencantumkan alamat email di web mereka. Sebaiknya kalau memang email yang mereka cantumkan tidak ada fungsinya ya jangan dicantumkan. Bikin bete aja.

Eh lha kok malah ngomel-ngomel? Review Puspita Sawargi-nya sampai kelupaan.

Dari segi harga, kirain murah ya, ternyata, uhuk, lumanyun juga.
Tapi bicara soal harga mahal atau murah, itu relatif, tergantung budget pengantin masing-masing. Ada yang bilang Puspita ini murah ada juga yang bilang mahal.
Menurutku pribadi soal harga masih menengah, menengah keatas, uhukk, keselek bakwan! Hihi.

Harga memang agak melenceng dari budget, tapi setelah test food, okelah, ada harga ada rupa.
Sekali test food, si mas langsung sreg dan langsung menunjuk di Puspita Sawargi sebagai vendor katering kami.

Menu yang paling aku suka adalah Lasagna, mantap banget, yumm..
Empal gentong-nya juga enak, tapi sayang, waktu datang ke acara resepsi seorang teman yang juga menggunakan Puspita, meskipun rasanya masih lumayan tapi kok empal gentong-nya tidak seenak yang dicobain sebelumnya ya?

Untuk dekor katering, bisa dibilang bagus, kain-kain mereka bersih dan bagus. Peralatan makan mereka juga bersih dan para pegawai sigap mengangkut piring-piring kotor.

Soal pelayanan di balik layar, so so lah menurutku, mungkin karena Puspita Sawargi banyak klien-nya kali ya.

Tidak banyak yang bisa aku review dari Puspita Sawargi, karena aku baru satu kali bertandang ke markas mereka di Jatibening dan jarang komunikasi dengan mba Titin, marketing Puspita.

Mungkin akan aku ulas lagi nanti setelah resepsiku. :)

Thursday, May 17, 2012

Personal Make Up Class with Arty Ardiwinata

Bermula dari iseng-iseng browsing weddingku.com, eh ketemu satu vendor make up artist yang kelihatan oke, Arty Ardiwinata. Setelah di-googling ternyata mba Arty membuka kelas personal make up, hmm, boleh juga nih, hitung-hitung memanfaatkan uang bonus dengan baik dan benar, hihi.

Personal make up class ini dibatasi dengan maksimum peserta 2 orang, jadinya bisa sepuasnya tanya dan konsultasi dengan mba Arty, dengan dua kali pertemuan masing-masing 2 jam, kelas make up ini difokuskan untuk mengajarkan teknik make up sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.

Aku sendiri tadinya ingin latihan supaya bisa make up sendiri di sesi foto prewed nanti, tetapi menurut mba Arty, make up foto masuk ke tahapan lanjutan, sedangkan aku disarankan memulai dari basic dahulu, yaitu make up untuk everyday look dan make up pesta. Baiklaahh, murid yang baik harus nurut sama bu guruu!

Hari pertama kursus, diwajibkan membawa peralatan make up yang telah kita punyai. Fungsinya? Untuk dikoreksi sodara-sodara. Dan asli aku cengar-cengir begitu dompet make up-ku digerebek oleh mba Arty, hehe, isinya cuma seadanya, nyaris tidak ada apa-apanya.

Di hari pertama, aku dikenalkan dengan yang namanya primer foundation, foundation, aneka brush dan cara penggunaannya. Saran dari mba Arty, kalau untuk foundation dan bedak, sekalian saja beli yang bagus, jangan setengah-setengah, karena si foundation dan bedak ini salah satu faktor yang menentukan bagus tidaknya hasil riasan kita. Oke, noted with thanks mba!

Mba Arty juga mengajarkan teknik shading agar pipi tembamku terlihat tirus dan hidung melepes-ku terlihat mancung, teknik mengaplikasikan eye shadow, blush on, sampai ke pensil alis. Oh ya, untuk urusan alis, akhirnya alisku dirapihkan oleh mba Arty dengan cara dikerok, supaya bentuknya lebih oke. Dan memang iya sih, terlihat lebih rapi setelah dibentuk.

Hasil kelas make up hari pertama seperti ini sodara-sodara:


Di hari kedua, lebih ke memantapkan teknik-teknik yang diajarkan di hari pertama dan memantapkan riasan supaya oke untuk ke pesta. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan everyday look sih, hanya saja lebih ditekankan pada shading pipi dan eye shadow. Dan diajarkan juga cara pakai bulu mata palsu, ternyata susah-susah gampang.

Hasil make up hari kedua seperti ini:


Tertarik? Silahkan langsung kontak ke mba Arty ya, orangnya ramah dan mau digratilin kalau kita mau nanya make up ini itu.

Arty Ardiwinata Make Up Artist
Blog : http://artyardiwinata.com/
Mobile : +6285885917413
Email : artyardiwinata@yahoo.com
Workshop : STC Senayan, 2nd Floor No. 12 Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat-Indonesia